KISAH DIBALIK 10 DZULHIJJAH, INILAH PERAN NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL


 Sebagaimana sejarah terbentuk dari zaman dahulu yang selalu membekas dalam sebuah peringatan atau menandai dengan adanya budaya baru yang selalu dilaksanakan oleh para  pengikutnya atau orang yang paham akan arti peringatan peristiwa tersebut.


Tidak terlepas dari kejadian, 10 Dzulhijjah juga mengaitkan sebuah kejadian di masa lampau saat zamannya para nabi.


Lebih tepatnya yaitu Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, pada suatu saat Nabi Ibrahim mendapatkan sebuah amanah melalui lantaran mimpi yang diterimanya. Isi amanah tersebut yaitu perintah tuhannya untuk menyembelih anaknya sendiri, penggambaran yang didapatkan dari mimpi Nabi Ibrahim tersebut merupakan sebuah pesan yang amat berat untuk diterima ataupun dilaksanakan. 


Seorang Ayah diperintahkan untuk menyembelih anak kesayangannya dan itu merupakan perintah dari tuhannya secara langsung. Akan tetapi Nabi Ibrahim tidak langsung melaksanakan perintah tersebut, melainkan jelas menerima siksaan batin terlebih dahulu. Bagaiman mungkin seorang ayah tega menyembelih anaknya sendiri yang mana anak tersebut sangat berbakti kepada orang tuanya, hati nurani manapun tidak akan tega melakukannya.


Keesokan harinya Nabi Ibrahim memohon petunjuk untuk dimantapkan lagi hatinya sehingga nantinya tidak akan ada kebimbangan ataupun ketakutan ketika melaksanakan perintah tuhannya. Setelah Nabi Ibrahim sudah mulai memantabkan hatinya, beliau tidak langsung menyembelih anaknya. Nabi Ibrahim memanggil anaknya Nabi Ismail untuk diajaknya berbicara secara empat mata agar bisa menerima segala sesuatu yang akan dihadapinya nanti. Dengan Mantab Nabi Ismail mengiyakan apa yang diterima ayahnya oleh tuhannya dan untuk segera memulainya saja perintah tersebut agar segera selesai. Nabi Ismail menerima dengan lapang dada jika memang hal tersebut merupakan perintah tuhan, istilahnya Nabi Ismail sangat senang bisa berperan untuk ayahnya dalam menjalankan perintah tuhan.


Akhirnya bertepatan dengan 10 Dzulhijjah kalender Hijriyah, Nabi Ibrahim segera mengajak anaknya Nabi Ismail ke suatu tempat yang mana tempat tersebut akan digunakan untuk menjalankan perintah dari tuhannya, alias mengeksekusi anaknya sendiri Nabi Ismail. 


Nabi Ismail dengan penuh kerendahan hati yang ikhlas berpasrah diri terhadap tuhannya maka menuruti semua perkataan ayahnya. Setibanya di sebuah tempat yang sudah disediakan oleh Nabi Ibrahim unutk menyembelih anaknya Nabi Ismail, langsung saja berbaring dengan tenang dan kemantaban hati.


Peristiwa yang melegenda ini sangat mengharukan jika memang kita mengalami sendiri, akan tetapi penuh dengan ketabahan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail sang anak maka segala sesuatu yang nantinya menjadi konsekuensi, akan dijalankan dengan sepenuh hati.


Proses penyembelihan Nabi Ismail sebelumnya Ayahnya berteriak "Allohu akbar.. .. . .." kemudian sebelum belati yang dibawa Nabi Ibrahim sebelum menempel di leher anaknya, tuhan langsung menggantikannya dengan seekor domba, sehingga yang disembelih bukan anaknya sendiri melainkan domba yang memang halal untuk dimakan dan diproses secara benar saat menyembelihnya. 


Kejadian tersebut tidak butuh waktu lama, hanya cukup sekedipan mata sehingga bisa melaksanakannya dengan aman tanpa mengkhawatirkan nyawa anaknya. 


Lalu yang menjadi pertanyaan adalah "ketika proses penyembelihan dikemanakan Nabi Ismail ?."


Tubuh Nabi Ismail saat diganti dengan domba, tuhan menyelamatkannya dari bencana yang nantinya bisa membuat orang gila akal serta kehilangan nyawa seorang anak. Tubuh aslinya ditarik dan ditempatkan langsung ke surga karena kesanggupannya untuk disembelih oleh ayahnya sendiri karena perintah tuhan yang agung.


Kejadian ini sekarang diperingati semua umat muslim untuk menyembelih 1ekor hewan peliharan, adapun tempat dan waktunya telah ditentukan, yakni di tempat yang memang sudah di kehendaki oleh sekelompok masyarakat, dan waktunya tepat 10 Dzulhijjah atau bertepatan dengan peringatan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban, selanjutnya penyembelihan juga dapat dilakukan 3 hari setelah hari raya yakni 11-13 Dzulhijjah yang dinamakan dengna hari Tasyrik yang mana semua umat muslim dilarang atau diharamkan untuk berpuasa lagi.


Karena kejadian tersebut saat ini menjadikan sebuah budaya baru umat Islam yang setiap tanggal 10 Dzulhijjah kalender hijriyah selalu memperingati hari raya Idul Adha yang selalu ditandai dengan menyembelih hewan qurban boleh 1 atau lebih bagi yang mampu menunaikannya.

KISAH DIBALIK 10 DZULHIJJAH, INILAH PERAN NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL KISAH DIBALIK 10 DZULHIJJAH, INILAH PERAN NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL Reviewed by Ubed on 4/30/2022 02:38:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar